Di situs Hidayatullah.com yang ditulis oleh Dr. Adian Husaini, tentang perlukah pendidikan berkarakter? Karakter itu seharusnya menjadi keharusan bagi setiap manusia. Manusia, biasaya memiliki karakter yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Tapi apa perbedaan antara karakter dan sifat. Jangan-jangan, apa yang kita maksud dengan karakter itu sebenarnya adalah sifat. Dan apa yang kita sebut sifat, sebenarnya adalah karakter. Memang sich, antara karakter dan sifat, beda-beda tipis.
Jadi, yang dibutuhkan dalam pendidikan itu, karakter atau sifat, ya? Ok, coba kita bahas makna dari kedua kata tersebut.
Kita mulai dengan karakter.
Karakter sangat berkaitan erat dengan sikap dan mencakup banyak hal. Misalnya kita sering menyebut "orang itu harus punya karakter yang kuat" atau kata "karakter" yang sering digunakan oleh para aktor dan aktris. Seorang aktor dan aktris harus bisa memunculkan karakter yang kuat dalam setiap perannya. Jika perannya antogis maka ia harus dapat berkarakter antagonis. Kalau perannya protagonis, ia pun harus dapat berkarakter protagonis.
Sederhananya, dengan melihat contoh diatas. Karakter adalah kesatuan sikap yang dibentuk oleh faktor-faktor internal atau eksternal. Karakter bisa jadi merupakan bawaan seseorang. Tapi bisa juga hasil dari bentukkan dari berbagai faktor. Nah, karakter dapat disesuaikan dengan keinginan orang tersebut. Ingin karakter seperti apa, maka ia harus bisa bersikap dan bertindak sesuai dengan karakter tersebut.
Karakter merupakan hasil dari kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan. Dalam Seven Habits, menyarankan agar kita selalu membiasakan kebiasaan yang positif. Semakin sering kebiasaan itu dilakukan, semakin tertanam di dalam diri kita. Karena karakter itu yang akan mengarahkan atau membawa kita kepada kesuksesan yang kita inginkan.
tulisan ini akan saya sambung lagi....
Selasa, 29 Juni 2010
Karakter
Label:
karakter,
pendidikan,
sifat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar