Potal Kanjeng Sunan : Portal Berita | Motivasi | Islam | Komputer-Software Portal Sunan: KEKUATAN MEMILIH ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Selasa, 29 Juni 2010

KEKUATAN MEMILIH ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Bagaimana pun keadaan manusia. Misalnya keyakinan, ekonomi, status sosial dan pendidikan. Mereka secara unik memiliki ciri yang membedakan antara pribadi satu dengan yang lainnya. Seperti Anda dan saya, memiliki banyak perbedaan dalam berbagai macam hal. Tapi pernahkan kita merenungkan bahwa dari berbagai macam keunikan yang dimiliki manusia, ada bagian yang sama. Maksud saya, bukan sama secara anatomi fisik. Ada sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekedar fisik.

Persamaan itu adalah nilai. Nilai tersebar di seluruh kehidupan ini. Ia begitu merata hadir di dalam diri manusia. Tanpa melihat dari mana manusia itu berasal. Dimana pun nilai itu akan selalu mendapatkan perhatian dari manusia.


Kebaikan adalah nilai. Kebaikan itu milik semua manusia secara luas. Tak peduli latar belakang keyakinan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Kebaikan bisa muncul dari siapa pun saja. Kalau di dunia ini tidak ada nilai kebaikan, mungkin tak akan ada yayasan sosial yang mendapat bantuan dan donasi. Jika tak ada nilai kebaikan, mungkin tak akan ada bantuan terhadap orang-orang yang sedang mengalami bencana dan penderitaan.

Namun tetap saja ada nilai yang berkebalikan dari nilai positif seperti di atas. Karena memang manusia diberikan dalam hidupnya untuk selalu memilih di antara dua pilihan. Kebaikan dan kejahatan. Karena kemampuan memilih ini manusia diindikasikan adalah manusia lebih unggul dibandingkan mahluk lain.

Seperti halnya kisah seorang yang telah banyak melakukan kejahatan. Kejahatan dan kehidupannya selalu diisi dengan kejahatan dan maksiat. Jumlah kejahatan yang telah dilakukan sangat banyak. Sampai pada akhirnya, ia merasakan bahwa dirinya harus menyelesaikan kejahatannya dengan bertaubat. Dan ia pun melakukan niatnya dengan serius. Karena keseriusannya untuk bertaubat maka orang tersebut diakhirnya kisahnya termasuk ke dalam golongan manusia yang diampuni dari kejahatan.

Jadi jangan lupa, setiap manusia memiliki dua sisi yang saling berlawanan. Meski berlawanan, keduanya tetap saja tidak bisa berjalan beriringan. Salah satu dari keduanya tetap akan mendominasi yang lainnya. Kebaikan akan mendominasi atas kejahatan. Atau, begitu sebaliknya, kejahatan mendominasi atas kebaikan. Mana yang akan mendominasi, itu tergantung pada pilihan kita.

Kalau memang diri kita telah berada pada dominasi kejahatan atau keburukan. Kita sesungguhnya memiliki kekuatan untuk memilih. Bagaimanapun juga manusia memiliki tanggung jawab pribadi atas pilihannya sendiri. Pilihan itu baik atau buruk kitalah yang sepenuh bertanggung jawab, bukan orang lain.

Dan kesempatan untuk memilih itu selalu terbuka sampai meregangnya nyawa dari badan. Kalau kesempatan itu masih ada, sekarang adalah waktu yang tepat. Semakin cepat dilakukan, semakin baik hidup Anda. Jadi tunggu apalagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar